BBM naik, jika harga barang naik tolong yang wajar

by

Baru rencana bbm naik, harga-harga sudah naik duluan, bbm jadi naik, harga bakal naik lagi, ada puasa naik lagi, menjelang lebaran naik lagi. *copas status facebookers*

Prihatini….    manggil mpok tini,  dihitung dulu donk efek dari kenaikan bbm ke cost produksi / cost produk menggunakan  perhitungan yang akurat ya mpok babe. Cost  bertambah berapa untuk tetap menutupi modal, harus  dinaikan berapa, bukannya harga naik random atau setinggi-tingginya. Bikin masyarakat galau saja. Masih gosip sudah dinaikan, apalagi kalau naiknya melejit?  Cobalah untuk hal atau produk yang tidak secara langsung terkait, sangat aneh kalau ikut mengambil banyak profit di saat kegalauan masayarakat.

Kalau mau profit jangka panjang, jadi penjual yang jujur, harga bagus karena nilai tambah produk, bukan aji mumpung…

Kalau menurut saya bbm misal nggak naik sekarang, nanti juga pasti naik. Apakah harus ditekan setiap tahun untuk tetap sama ? Penerimaan negara pastinya semakin berkurang terus untuk nutupin subsidi BBM bahan bakar minyak aka premium ini.

Baru gosip bbm naik harga dah naik, naik beneran harga naga-naganya bakal melejit, siapa
yg paling untung tuh?  Siapa yang paling bertanggung jawab kalau begini ? *mikir*

Asli, bukan karena tidak berempati! saya prihatin :(  lagi-lagi kata facebookers “hapus saja subsidi minyak, mending dialihkan ke hal lain. Subsidi kok barang konsumtif”   Kalau mau dipikir bener loh katanya, daripada kita selalu meratapi hal yang memang pasti naik, karena persediaan minyak aslinya di dunia pastilah makin menipis karena sda yang tak tergantikan / memerlukan waktu yang lama untuk diproduksi alam kembali, mending  subsidi riset-riset scientist bahan bakar alternatif,  digalakkan, dijadikan murah,  dimajukan produktivitas rakyatnya, biar maju, biar produktif, nggak kegerus sama kebutuhan pokok yang semakin melejit.

Harga minyak di negara tetangga se ASEAN juga dikabarkan Indonesia masih yang paling murah.  BBM di Vietnam sebesar  15 ribu rupiah, Laos sebesar 13 ribu, sedangkan Indonesia hanya 4500 per liter (centroone.com). Belum juga karena adanya inflasi dan tingginya harga minyak bumi dunia.

Katanya, Maju biasanya juga karena terdesak.

Banyak contoh negara yang menjadi maju karena terdesak, misal negara China. Jika dilihat  dari kurs mata uang china menerapkan kurs mata uang yang sangat murah ke luar, sehingga produk luar china (impor)  terasa mahal untuk rakyat China. Tapi lihat hasilnya, produktivitas China sangat tinggi dan membuatnya perlu melakukan ekspansi produk keluar China karena selain penduduk mereka sangat banyak / produksi dalam negeri yang banyak, diluar China produk tersebut dapat memiliki nilai jual yang lebih baik.

Contoh kasus terdesak tersebut, mudah-mudahan dapat meningkatkan daya kreativitas para scientist, para cerdik cendekia indonesia, untuk menemukan bahan bakar alternatif,  membiasakan menghemat bahan bakar, penggunaan angkutan umum, bukan hanya mobil pribadi, yang tentu banyak mengkonsumsi bbm yang almost of them use bbm bersubsisdi. #fact.

Kalau mahal orang “mau nggak mau” akan berhemat. Berpikir keras untuk menemukan
alternatif yang lebih baik, syukur-syukur bahan bakar alternatif tersebut dari bahan yang dapat diperbarui ya.

Kalau menurut anda sendiri BBM layak naik atau tidak ?  dan mengapa ?

No Comments Yet.

What do you think?

Your email address will not be published. Required fields are marked *