[peserta lomba: Elia] TIPS MUDAH DAN MURAH PERSIAPAN PERNIKAHAN

by

Ada yang sedang berencana menikah Tahun depan?jujur saja saya sedang mempersiapkannya walaupun entah akan terlaksana Tahun depan atau Tahun depannya lagi. Maaf sedikit curhat, Berawal dari tertundanya target usia maksimal menikah saya yang harusnya Tahun ini bisa dan ternyata harus tertunda karena pekerjaan calon suami saya yang terikat kontrak untuk “tidak boleh menikah dulu selama 2 tahun”, jadi kami harus menundanya sampai Tahun depan Insyaallah. Terkadang diskusi tentang pernikahan menimbulkan pertengkaran-pertengkaran kecil diantara kami, karena dilema muncul antara kami yang tidak ingin berlama-lama menunda kebaikan, namun disisi lain ada salah satu kerabat dari calon suami saya yang menyarankan untuk tidak menikah terlebih dahulu sebelum pekerjaannya benar-benar mapan “kasian ortu kalau harus menanggung biaya pernikahan yang begitu besar”. Dalam hati saya sempat terbersit kemarahan, sakit rasanya melihat calon suami saya harus berjuang menanggung beban keluarga sendiri, sementara semua saudaranya sudah berkeluarga, mengapa mereka hanya mengandalkan calon suami saya?kemana saja mereka selama ini?. Alasan itu sempat membuat kami berselisih paham, saya hampir saja menyerah, Tapi dia selalu meyakinkan saya untuk melakukan yang terbaik untuk saya. Bahkan sebenarnya acara ijab Kabul saja bagi saya sudah cukup, namun demi menghargai orang tua yang menginginkan dibuat acara, maka apa boleh buat, hehe. Dalam keadaan kepepet seperti ini, otak saya justru lebih cepat berpikir mencari solusi bagaimana caranya agar saya bisa menikah seperti kebanyakan orang tapi dengan biaya yang tidak terlalu mahal. Saya mengajukan beberapa solusi kepada calon suami saya dan ternyata dia setuju. Berikut tips-tipsnya:

1. Diskusikan Adat yang akan di gunakan pada acara pernikahan
Terkadang perbedaan dua adat antara pihak laki-laki dan pihak perempuan akan sangat merepotkan dan selain boros tenaga juga boros biaya. Tak terkecuali dengan kami, kami memang sama-sama orang Jawa Tengah tapi adat pernikahan kami ternyata berbeda. Dari adat calon suami saya, barang-barang yang di gunakan dalam seserahan adalah barang-barang yang besar, seperti lemari, sofa, tempat tidur, dan sebagainya. Sedangkan dari adat saya, seserahan itu hanya benda-benda kecil, seperti baju, make up, mukena, buah, perhiasan, dan sebagainya. Kemudian saya memutuskan untuk menggunakan adat saya. Bisa dibayangkan akan seperti apa jadinya jika menggunakan adat calon suami saya karena selain repot membawanya, juga akan lebih boros biayanya.

2. Lakukan Rencana Sedini Mungkin
Dalam hal ini, kami sepakat untuk melaksanakan rencana mulai dari sekarang, jadi nanti setelah tiba saat yang ditunggu, maka betapa akan lebih ringan biaya yang kami keluarkan dan tidak langsung keluar banyak uang sekaligus. Berikut yang bisa kita kerjakan untuk saat ini:

  • Souvenir
    Berhubung saya suka berkreasi dengan kain flannel, saya berniat untuk membuat souvenir pernikahan saya sendiri dimulai dari sekarang, bentuknyapun bisa saya kreasikan sendiri sebagus mungkin, entah gantungan kunci bentuk boneka, gantungan HP atau tempat tisu, saya bungkus dengan kain tile dan saya beri pita seperti souvenir pernikahan pada umumnya. Bayangkan saja berapa jumlahnya jika sampai Tahun depan dan setiap hari bukan cuma satu buah yang berhasil saya buat. Souvenir tidaklah harus mahal, tapi sebaiknya yang menarik dan bermanfaat.
  • Jadwal Belanja Seserahan
    Sambil menunggu kepulangan calon suami saya dari NTT bulan depan, kami saat ini membuat jadwal kapan Kami akan membeli seserahan. Setiap hari saya membuat jadwal disesuaikan dengan keinginan calon suami saya, tidak perlu terburu-buru, cukup buat satu jadwal dalam sehari. Misalnya, hari ini “Bulan Oktober nanti mau belanja apa buat seserahan?” dan dia akan memberi jawaban sesuai keinginan dan kemampuannya. Bukankah jika dicicil membeli setiap bulan akan lebih ringan? ^^. Begitu juga hari berikutnya, “Bulan November mau beli apa?” sampai semua dalam daftar seserahan habis, dan ternyata tidak sampai satu tahun semua bisa kita beli. Buatlah kesepakatan sebelumnya, untuk saling mengingatkan jadwal tersebut, sehingga tiap bulan anda akan selalu ada waktu untuk kencan berdua sambil berbelanja, yakinlah suasananya akan berbeda, akan berasa seperti calon pengantin baru yang besok akan menikah.
  • Tabungan Bersama
    Kalau yang satu ini pasti setiap orang sudah bersiap-siap memiliki tabungan masing-masing, Namun alangkah baiknya jika kita membuat Tabungan bersama sebelum melaksanakan pernikahan. Untuk hal yang satu ini kami berencana menyisihkan sebagian uang kami dari gaji setiap bulannya, jadi insyaAllah tidak akan tercampur dengan uang untuk kebutuhan Kami sehari-hari. Hasil uang tabungan ini walaupun kelak tidak seberapa, tapi Kami yakin bisa sedikit meringankan biaya pernikahan kami, atau mungkin malah bisa kami gunakan untuk biaya bulan madu?hehe…

3. Mas Kawin
Masalah mas kawin adalah syarat utama dalam sebuah pernikahan. Terkadang di Desa saya, orang-orang saling bersaing memiliki anak gadis yang bisa mendapat mas kawin yang tinggi. Itulah yang akan menyulitkan bagi pihak lelaki, namun dari awal prinsip saya adalah mempermudah niat baik kami dan berdasarkan ajaran agama kami, seorang wanita hendaknya menuntut mahar yang tidak terlalu tinggi disesuaikan dengan kemampuan calon suami, selain itu pihak laki-laki berhak memberikan mahar setinggi-tingginya jika Ia mampu. Hal ini bertujuan agar kedua belah pihak bisa saling pengertian akan keadaan masing-masing. Dan anda sendirilah yang paling tahu keadaan anda dan calon pengantin anda :)

 

4. Resepsi dan Dekorasi
Sama halnya dengan resepsi, saya lebih memilih untuk mengadakan resepsi  di rumah daripada harus sewa gedung dan EO. Selain karena hemat biaya dan energi, kita juga lebih bisa bergotong royong dengan tetangga sekitar untuk urusan makanan dan persiapan tempat. Simple, tapi itu akan lebih menghargai warga kerabat dan tetangga sekitar kan ^^. Jangan lupa masalah dekorasi, upayakan memilih dekorasi yang sesuai dengan kepribadian anda namun tidak terkesan berlebihan dan menghambur-hamburkan uang yaa.

5. Membuat Daftar Undangan
Kita tidak mungkin membuat undangan untuk saat ini, namun alangkah baiknya kita membuat daftar siapa saja teman dan kerabat yang akan diundang dalam acara kita nanti. Jangan lupa untuk menambah jumlah lebih sebagai cadangan ya..

 6. Membuat Daftar Sisa
Setelah masalah souvenir, seserahan, tabungan, mas kawin, resepsi, dekorasi sudah beres, mari Kita selesaikan sisanya, semangat! Sisa acara yang perlu kita pikirkan antara lain, KUA,  undangan (karena harus menunggu tanggal, dsb), dan Tata Rias. Untuk hal-hal ini biasanya keluarga bisa menjadi penengah dan pemberi solusi yang terbaik, maka jangan lupa untuk melibatkan keluarga untuk menyelesaikan masalah ini yaa.

Sebenarnya saya agak malu menceritakan tips ini karena saya sendiri juga belum menikah, sekali lagi ini hanya sebuah tips yang sedang saya terapkan saat ini dan saya siap mendengarkan apabila pembaca mau berbagi tips seputar rencana pernikahan. Salam hangat dari saya, selamat mencoba ^^

[quote]Tulisan ini dibuat dalam rangka mengikuti event http://mycandymagz.com/quiz/quiz-lomba-menulis-tips-favorit-yang-membuat-hidupku-lebih-mudah/[/quote]

No Comments Yet.

What do you think?

Your email address will not be published. Required fields are marked *