Tips Ketika Harus Keluar Kota dengan Bus Ekonomi

by

18369_1307778382574_852627_n

Ada yang suka naik bus ? Um . . . jujur, saya suka. Mungkin karena terbiasa dari kecil sampai sekarang, saya terbiasa naik bus. Mulai dari bus ekonomi, patas, dan pariwisata. Dari sekian banyak bus, paling nyaman memang bus pariwisata karena tentu saja lebih terjamin. Kita tidak usah takut ketinggalan karena kita berangkat di dalam satu rombongan, tempat makan serta tujuan terjamin (karena biasanya mereka bekerja sama dengan biro tour). Selain itu, resiko kehilangan barang maupun kejahatan yang terjadi juga lebih kecil. Tetapi bukan berarti naik bus patas atau ekonomi tidak baik. Bus patas memang lebih nyaman dibanding bus ekonomi karena penumpang biasanya diharuskan membeli tiket terlebih dahulu sebelum naik bus dan daya tampung bus patas terbatas (patas : cepat & terbatas) dibandingkan bus ekonomi yang biasanya penumpangnya membludak. Tapi kalau bus patas yang lewat jarang dan hanya ada bus ekonomi lantas bagaimana ? Tak ada jalan selain naik bus ekonomi. Tapi saya khawatir, ‘kan bus ekonomi itu biasanya sesak oleh penumpang, belum lagi copet berkeliaran. Kalau begitu, ya bawa kendaraan sendiri ‘kan bisa *lah, malah ujung-ujungnya ke situ*

Oke, kembali ke topik semula. Ada beberapa tips bagi mereka yang mungkin harus bepergian naik bus ekonomi, antara lain :

1. Berdoa sebelum berangkat.
Mungkin terdengar klise, tapi berdoa sebelum berangkat dapat berpengaruh pada kelancaran perjalanan kita.

2. Simpel
Maksudnya jangan terlihat berlebihan. Kalau naik bus ekonomi, usahakan tampil biasa saja. Jangan pernah memakai perhiasan mencolok kalau tidak ingin didatangi orang jahat.

3. Bawa barang secukupnya
Yup, prinsipnya sama seperti nomor 1 – simpel. Hal ini dikarenakan kita tak pernah tahu apakah kita akan mendapat tempat duduk atau tidak. Jika memang terpaksa membawa beberapa tas, pastikan tidak lebih dari dua agar tidak ribet.

4. Siapkan uang secukupnya di saku pakaian.
Agar kita tidak ribet mencari uang di dompet atau tas yang berarti memberi celah pada para pencopet untuk mengamati dan mengambil uang yang ada.

5. Jangan simpan uang atau perhiasan di satu tempat, usahakan terpencar.
Ini penting untuk meminimalisir kerugian seandainya ada yang usil mengambil uang kita (baca : copet). Kalau perlu, simpan uang di tempat yang tidak terduga. Jangan pernah menyimpan dompet di sisi luar tas, usahakan di dalam atau di tempat yang sulit dijangkau.

6. Jangan pernah meninggalkan barang di bus meski hanya untuk ke toilet kecuali memang ada yang menjaga (dan dapat dipercaya).
Salah satu kelemahan bus ekonomi adalah orang bebas keluar masuk begitu saja tanpa memiliki tiket. Tak hanya itu, ketika bus berhenti di terminal, biasanya para pengamen dan pedagang asongan akan masuk begitu saja. Mau tak mau, penumpang harus lebih berhati-hati. Kita tak pernah tahu apakah pengamen yang datang hanya berniat mengamen atau ada maksud lain.

7. Usahakan agar tas atau tempat uang terbuat dari bahan yang cukup tebal
Agar kemungkinan tas berlubang karena dirusak pencopet atau karena rusak di bus dapat diminimalisir. Kalau perlu, pasang gembok di tas. Namun harus diingat, memasang gembok tidak menjamin akan bebas dari copet.

8. Bagi yang mudah mabuk udara, sediakan obat, minyak angin, atau permen. Sesuaikan dengan yang dirasa nyaman. Jika memang lebih nyaman makan permen, maka sediakan selalu permen di saku.

9. Pemilihan tempat duduk.
Usahakan jangan di dekat jendela atau di bagian belakang kalau tidak terpaksa. Pencopet biasanya memilih tempat di mana mereka mudah keluar – masuk.

Sekian tips yang bisa saya berikan, semoga berguna terutama untuk mereka yang sering naik bus ekonomi (:

Tulisan ini dibuat dalam rangka mengikuti event http://mycandymagz.com/quiz/quiz-lomba-menulis-tips-favorit-yang-membuat-hidupku-lebih-mudah/

No Comments Yet.

What do you think?

Your email address will not be published. Required fields are marked *